Jum’at Sore

jum’at sore mungkin hari paling ditunggu oleh santri al hikmah, terutama saya. hari yang begitu istimewa bagi santri alhikmah, karena semua kegiatan sekolah maupun pasanran tidak aktif.
dan biasanya para santri menggunakannya untuk bermain bola dilapangan tsania fm, hal yang paling ditunggu tunggu oleh santri al hikmah,

jumat kemaren tepatnya tanggal 8 april 2016, entah mengapa ketika gue diajak temen gue tuk bermain bola gue begitu bersemangat, biasanya gue duduk diatas jendela menatap seluruh santri diluar komplek, atau besandar dilemari sambil baca novel,

setelah gue merima ajakan temen gue, gue langsung melunjur ke tempat, tepatnya dilapangan tsania fm tempat paling joss untuk bermain bola di sore hari, stelahmembagi team dengan jumlah yang tidak seimbang antar team, itu gur maklumi karena sudah biasa dikalangan anak sd sampe sma kalo bermain bola, dan juga tinggi gawang yang tak sama antar team, karena tinggi gawang ditentukan dengan tinggi kiper, itu juga gue maklumi

gue dan kawan kawan mendapat tempat dibagian selatan tepatnya didepan rumah GUS ITMAM.  biasa gue menjadi kiper kalo maen bola, seperti dirumah dengan posisi kiper. permainan berjalan mulun team gue dan kawan kawan berhasil memasukan bola lebih dulu.
disaat team lawan menyerang, dengan tendanga kers dari trengah lapangan berhasil gue tangani, setalah itu bola gu etendang ketengah lagi, ditenga pas ada salah astu pemain dari team lawan dan lasung mendang balik dengan sekuat tenaga, dan bola melunjur deras karah gawang yang dijaga gue, gue kira bola akan jatuh didepan gawang, ternyata bola melunjur deras kerumah gus itmam, pas didepan rumah  ada ning lina dan gus nidzom yang sedang berbincang bincang, bola melewati pager tanpa permisi dan menuju ning lina yang sedang duduk di depan pintu, ubtugnya bola dihalau oleh tangan gus nidzom, bola pun langsung ditahan ning lina.

setelah bola dipegang ning lina tak ada yang berani mengambilnya, mungkin takut dimarahi. setelah beberapa lama gue dan sipendang menghadap berniat minta maaf dan mengambil bola, setelah menghap gue kirain mau dimrahin, ternyata
Sampun atos-atos nggih, bal-balane, “ning Lina”
beliau pun mengulang lagi perkatan itu
setelah itu “paham nopo mboten, mas”
gue mejawab “paham, bu” dengan hati yang berdebar debar

tapi dengan kejdian itu team gue dan kawan kawan menjadi lebih untung, karena tendangan dari team lawan tidak terlalu keras, dan akhirnya team gue dan kawan kawan menang.

Facebook Comments