Kategori
Catatan TKJ

Cara Mengnonaktifkan Driver disebuah PC

Mungkin komputer anda sering dipake adik,kaka atau dipake oleh teman anda, anda pun bisa membuat mereka merasa bersalah telah merusak komputer atau leptop anda, anda bisa mengotak-atik Driver yang ada dikomputer atau dilaptop anda
beginilah caranya :

Cara di Windows XP
1.arahkan kursor ke “MY KOMPUTER”
2.klik kiri kemudian pilih properties
3.maka akan muncul kotak dialog, pilih “HARDWARE”
4.kemudian pilih “Device Manager ”
5.pilih driver yang akan anda nonaktifkan, kemudian klik kanan DISABEL
6.jangan sekali-kali mengeklik “UNINSTAL” akan berakibat fatal karena driver yang diUNINSTAL akan hilang, dan anda harus mendownload driver yang pas dengan komputer atau leptop anda

atau bisa lewat BIOS yang lebih lumayan rumit, dan akan membuat pengguna komputer atau leptop anda semakin bingung, bisa dibilang kenakalan anak TKJ,
mungkin kalau lewat BIOS saya tidak bisa menjelaskan karena BIOS banyak model,tipenya tergantung dari MOBO dikomputer atau dilepto anda, tapi anda bisa masuk BIOS lewat biasanya tombol DEL(DELET),
Biasanya tombol fungsi BIOS akan muncul ketika anda menyalakan komputer anda.

Kategori
Tugas Sekolah

Pantun

 

tugas Bahasa Indonesia

beli jaring buat nangkap kupu-kupu
nangkapnya sama kak yunita
janganlah kau mudah tertipu
dengan penampilan seorang wanita

pergi berlayar kepulau bahama
jangan lupa mengajak papah dan mamah
kalo ingin pintar nagji dan agama
pergi mondok di Al hikmah

pergi bertamu kerumah bu inayah
tak lupa bawa oleh-oleh buah naga
rajinlah tuk beribadah
jika kamu ingin masuk surga

Kategori
Catatan TKJ

Cara Menghapus Aplikasi di Sebuah PC

cara menghapus aplikasi diPC untuk Windows XP
1.klik star
2.pilih menu setting
3.pilih control panel
4.terus pilih Add or remove program
5.pilih aplikasi yang akan ada hapus atau anda tambahkan

cara menghapus aplikasi di PC untuk Windows 7 dan 8
1.klik menu star pada keyboard + r
2.kemudian muncul kotak box Run, setelah itu ketik control panel kemudian ENTER
3carilah aplikasi yang akan dihapus

Kategori
Coranmor

Mas…? kamar apa kos-kosan

bukan namanya santri kalo gax sibuk dengan agenda, dari pagi harus sekolah untuk yang masuk pagi, dan pengajian pasaran bagi yang masuk siang, begitu pula sebaliknya.

begitulah yang kadang membuat stamina santri drop, kalau udah drop paling ya tidur dan tidurnya bisa bilang seperti beruang yang sedang berhibernasi, kalo musim dinginnaya belum selasai pasti tidak akan bangun, tapi berbeda dengan santri kalo udah waktunya sholat jamaah dan nagji pasaran, walau tidurnay belum sepulas berunag yang berhibernasi, kalo udah ada suara rotan yang di pukul-pukulkan kepintu kamar, harus rela bangun walau katuk masih terasa berat

kadang juga memukul sebilah rotan kemari tuk membangunkan, tapi disela-sela pengurus mengoprak-ngoprak jare bahasa kerenen santri, terselip kata-kata di bibir pengurus beginilah katanaya “mas…, tangi mas waktune jama”ah, kie kamar apa kos-kosan” begitulah katu pengurus kalo adzan sudah dikumandangkan,

kadang pun dihati ini tersara nyelekit, terus kepengin menjawab. “kie gudu kamar maning apa maning kos-kosan kie hotel” tapi takut sebilah rotan melayang,

biasany kata kata itu keluar setiap sholat subuh, dhuhhur, ashar

Kategori
Coranmor

kaki kucing

dedi : kemarin pas gue jalan- jalan gue liat kucing kakinya sembilan
deni : ah.. masa ada kucing kakinya sembilan
dedi : ada
deni : emang kamu liat kucing yang kakinya sembilan dimana
dedi : gue liat kucingnya sedang nongkrong dikaki lima
dedi : kan 4+5=9
deni :@$#*(*^&$

Kategori
Coranmor

Gagal Dapat Silverqueen dari Bu guru

29 september……

matematika memang mata pelajaran yang gx disenangi oleh siswa, begitu pula denagn saya. Tapi kadang juga saya menyukainya.

setiap menjelang ulanagan, guru akan mengulang materi yang telah diaajarkan sebelumnya, begitu pula dengan guru matemetika saya. Setelah mengulang materi yang telah diajarkan, guru matematika saya pun memberikan sayembara untuk mendapatkan SILVERQUEEN seharga 20000 untuk  penyemangat uts yang akan segera datang, tapi sebelum memberikan sayembara bu guru memerintah salah  siswanya untuk membelikan hadiah tersebut dim2mart,

para siswa disuruh mengerjakan 4soal dibukut paket yang baru diambil dikantor bisa juga dikatakan baru, ya… setiap soal seharga 5000,seperti harga SILVERQUEEN, seluruh siswa diberi waktu 45 menit tuk mengerjaklan soal tersebut, ku pun mulai mengambil pulpen b-liveku yang ada diatas buku dan mulai mengerjakan salah satu soal, seperti format mengerjakan sayembara setiap selesai mengerjakan sunah disetorkan ke bu guru, hasilnya pun tak disangka ternyata soal yang aku kerjakan memang benar, tapi yang aktiv mengerjakan hanya beberapa anak saja, temasuk aku, ini gax sombomg, memang fakta

saling setor menyetor pekerjaan terjadi , tapi disaat serius mengejakan, bunyi memupuskan semua siawa yang sedang asik mengejakan ke-4 soal tersebut, aku hanya dapat mengerjakan 3 soal setengah, yang belum sempat aku setorkan. sama seperti teman yang lain hanya bisa mengerjakan 3 setenagh soal.

 

memang bukan rezeki

 

Kategori
serba serbi

Sejarah Ipnu-ippnu

Bila Presiden RI pertama, Ir Soekarno, pernah mengatakan bahwa “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah” dan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak akan lupa pada sejarah pendahulunya”. Maka demikian pula seharusnya dalam misi perjuangan IPPNU. Roh dari para pendahulu yang demikian berjasa harus selalu mengilhami perjuangan masa kini, tidak akan lupa seorang pemimpin kepada sejarah yang telah membesarkan nama organisasi yang dipimpinnya.

Sejarah kelahiran IPPNU dimulai dari perbincangan ringan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Hasil obrolan ini kemudian dibawa ke kalangan NU, terutama Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU yang akan diadakan di Malang. Selanjutnya disepakati bahwa peserta putri yang akan hadir di Malang dinamakan IPNU putri.

Dalam suasana kongres, yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari – 5 Maret 1955, ternyata keberadaan IPNU putri masih diperdebatkan secara alot. Rencana semula yang menyatakan bahwa keberadaan IPNU putri secara administratif menjadi departemen dalam organisasi IPNU. Namun, hasil pembicaraan dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusifitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut, pada hari kedua kongres, peserta putri yang terdiri dari lima utusan daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan jajaran teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yakni PB Ma’arif (KH. Syukri Ghozali) dan PP Muslimat (Mahmudah Mawardi). Dari pembicaraan tersebut menghasilkan beberapa keputusan yakni:

Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dari IPNU
Tanggal 2 Maret 1955 M/ 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari kelahiran IPNU putri.
Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan-pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu Umroh Mahfudhoh dan sekretaris Syamsiyah Mutholib.
PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah.
Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU. Selanjutnya PB Ma’arif NU menyetujui dan mengesahkan IPNU putri menjadi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Dalam perjalanan selanjutnya, IPPNU telah mengalami pasang surut organisasi dan berbagai peristiwa nasional yang turut mewarnai perjalanan organisasi ini. Khususnya di tahun 1985, ketika pemerintah mulai memberllakukan UU No. 08 tahun 1985 tentang keormasan khusus organisasi pelajar adalah OSIS, sedangkan organisasi lain seperti IPNU-IPPNU, IRM dan lainnya tidak diijinkan untuk memasuki lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pada Kongres IPPNU IX di Jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjangannya “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama” berubah menjadi “Ikatan Putri-Putri Nahdlatul Ulama”.

Selanjutnya, angin segar reformasi telah pula mempengaruhi wacana yang ada dalam IPPNU. Perjalanan organisasi ketika menjadi “putri-putri” dirasa membelenggu langkah IPPNU yang seharusnya menjadi organisasi pelajar di kalangan NU. Keinginan untuk kembali ke basis semula yakni pelajar demikian kuat, sehingga pada kongres XII IPPNU di Makasar tanggal 22-25 Maret tahun 2000 mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikan ke basis pelajar dan penguatan wacana gender.

Namun, pengembalian ke basis pelajar saja dirasa masih kurang. Sehingga pada Kongres ke XIII IPPNU di Surabaya tanggal 18-23 Juni 2003, IPPNU tidak hanya mendeklarasikan kembali ke basis pelajar tetapi juga kembali ke nama semula yakni “Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama”. Dengan perubahan akronim ini, IPPNU harus menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi pembangunan SDM generasi muda utamanya di kalangan pelajar putri dengan jenjang usia 12-30 tahun dan tidak terlibat pada kepentingan politik praktis yang bisa membelenggu gerak organisasi. Namun perlu juga dipahami bahwa akronim “pelajar” lebih diartikan pada upaya pengayaan proses belajar yang menjadi spirit bagi IPPNU dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan seluruh komponen masyarakat Indonesia dengan mengedepankan idealisme dan intelektualisme .

Visi Misi IPPNU

Visi perjuangan IPPNU adalah terbentuknya kesempurnaan pelajar putri Indonesia yang bertakwa, berakhlakul karimah, berilmu dan berwawasan kebangsaan. Yang kemudian dijabarkan dalam misi perjuangannya yakni:

Membangun kader NU yang berkualitas, berakhlakul karimah, bersikap demokratis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mengembangkan wacana dan kualitas sumberdaya kader menuju terciptanya kesetaraan gender.
Membentuk kader yang dinamis, kreatif dan inovatif.
Sifat, Fungsi, Azas dan Aqidah

a. Sifat

IPPNU bersifat keterpelajaran, kekeluargaan , kemasyarakatan dan keagamaan.

b. Fungsi

o Wadah berhimpun pelajar Nu untuk melanjutkan semangat jiwa dan nilai-nilai nahdliyin

o Wadah komunikasi pelajar NU dalam pelaksanaan dan pengembangan syariat Islam

o Wadah aktualisasi pelajar NU dalam pelaksanaan dan pengembangan syaria’at Islam

c. Azas

Berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

d. Aqidah

Beraqidah Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal jama’ah dengan mengikuti salah satu madzhab hanafi, syafi’i, maliki dan hambali

Tujuan

Ø Membangun kader Nu yang berkualitas, berakhlakul karimah, bersifat demokratis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ø Mengembangkan wacana dan kualitas sumber daya kader menuju terciptanya kesetaraan gender.

Ø Membentuk kader yang dinamis, kreatif dan inovatif.

SEJARAH KELAHIRAN IPPNU

Bermula dari perbincangan ringan yang dilakukan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Dalam keputusan ini di kalangan NU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU di Malang Jawa Timur, selanjutnya disepakati dalam pertemuan tersebut bahwa peserta putri yang akan hadir di kongres Malang di namakan IPNU putri.

Dalam suasana kongres ternyata keberadaan IPNU putri nampaknya masih diperdebatkan dengan secara alot. Semula direncanakan secara administratif hanya menjadi departemen di dalam tubuh organisasi IPNU. Sementara hasil negosiasi dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusivitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut maka pada hari kedua kongres, peserta putri yang hanya diwakili lima daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang, dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan dua jajaran di pengurus teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yaitu PB Ma’arif (saat itu dipimpin Bpk. KH. Syukri Ghozali) dan ketua PP Muslimat NU (Mahmudah Mawardi). Maka dari pembicaraan selama beberapa hari telah membuat keputusan sebagai berikut:

1. Tanggal 28 Februari – 5 Maret

2. Pembentukan Organisasi IPNU putri secara organisatoris dan secara administratif terpisah dengan IPNU

3. Tanggal 2 maret 1995M/8 Rajab 1374 H dideklarasi8kan sebagai hari kelahiran IPNU putri

4. Untuk menjalankan roda organisasi dan upaya pembentukan pembentukan cabang selanjutnya ditetapkan sebagai ketua yaitu UMROH MAHFUDHOH dan sekretarisnya bernama SYAMSIYAH MUTHOLIB.

5. PP IPNU putri berkedudukan di Surakarta Jawa Tengah.

6. Memberitahukan dan memohon pengesahan resolusi pendirian IPNU putri kepada PB Ma’arif NU, kemudian PB Ma’arif NU menyetujui dengan merubah nama IPNU putri menjadi IPPNU(Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) PERJALANAN IPPNU DARI MASA KE MASA

Sejalan dengan adanya pelaksanaan konggres dari beberapa zaman ( Kemerdekaan, Orla, orba, Era reformasi) tentu mengalami berbagai peristiwa yang sangat menonjol dalam suatu keputusan kongres, dan dalam perjalanan IPNU dari masa ke masa antara lain :

1. Bulan Februari 1956 diadakan konferensi IPPNU di Surakarta

2. Tanggal 1-4 Januari 1957 pada muktamar IPNU di Pekalongan IPPNU ikut serta. Acara itu diisi olahraga dan juga menghasilkan lambang IPNU-IPPNU

3. Tanggal 14-17 Maret 1960 diadakan Konbes I di Yogyakarta, membicarakan tentang keorganisasian, kemahasiswaan, Pendidikan Islam serta bahasa Arab

4. Tahun 1964 dilaksanakan Konbes III bersama IPNU di Pekalongan, dengan menghasilkan :

a. Doktrin Pekalongan

b. Mengusulkan agar KH. Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan

5. Tanggal 30 Agustus 1966 dalam konggres di Surabaya IPNU dan IPPNU memohon pada PBNU untuk menerimanya sebagai badan otonom

6. Tahun 1967 pada Muktamar NU di Bandung, resmilah IPPNU dimasukkan dalam PD/PRT NU sebagai badan otonom sampai sekarang

7. Pada perkembangan berikutnya nampak pemerintah juga tidak ingin mengambil resiko membiarkan dunia akademik terkontaminasi dengan unsur politik manapun, sehingga diberlakukan UU No. 8 tahun 1985 tentang keormasan khusus untuk organisasi ekstra pelajar adalah OSIS, selama itu IPPNU mengalami stagnasi pengkaderan dan PP didominasi oleh para aktivis yang usianya sudah melebihi batas. Maka pada konggres IX IPPNU di jombang tahun 1987, secara singkat telah mempersiapkan perubahan asas organisasi dan IPPNU yang kepanjanganya IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA telah berubah menjadi IKATAN PUTRI-PUTRI NAHDLATUL ULAMA.

8. Bulan Oktober 1990 pada Konbes IPPNU di lampung, menghasdilkan citra diri dan memantapkan PPOA IPPNU.

9. Pada konggres X IPPNU tahun 1991 di ponpes AL WAHDAH lasem jawa tengah, telah menguatkan independensi IPPNU dan IPNU yang merupakan organisasi terpisah.

10. Tanggal 10-14 juli 1996 di pesantren Al Musyaddidah garut Jabar mengadakan konggres XI IPPNU, yang menekankan usia kepemudaan di tubuh IPNU supaya sejajar dengan organisasi pemuda yang lain.

11. Konbes bulan september 1998 di Jakarta, menghasilkan rekomendasi yang samgat menonjol di era reformasi yaitu bahwa IPPNU menyambut baik pendirian PKB yang tidak menggumakan nama NU

12. Tanggal 22-25 Maret 2000, pelaksanaan konggres XII IPPNU di Makassar Ujung Pandang, telah mendeklarasikan bahwa IPPNU akan dikembalikanke basis kepelajaran dan wacana Gender.

13. Tanggal 18 –23 Juni 2003 kongres XIII IPPNU di asrama haji sukolilo Surabaya mengembalikan IPPNU kepada Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama

Tokoh – tokoh yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU adalah :

1. Rekanita Umroh Mahfudzoh ( Gresik Jatim. 1955 – 1956 )

2. Rekanita Basyiroh Soimuri ( Solo Jateng. 1956 – 1968 )

3. Rekanita Basyiroh Soimuri ( Solo Jateng. 1968 – 1960 )

4. Rekanita Mahmudah Nachrowi ( Malang Jatim. 1960 – 1963 )

5. Rekanita Farida Mawardi ( Surakarta. 1963 – 1966 )

6. Rekanita Mahsanah Asnawi ( Rembang. 1966 – 1970 )

7. Rekanita Ratu Ida Mawaddah ( Serang Banten. 1970 – 1976 )

8. Rekanita Misnar ma’ruf ( Padang Sumbar. 1976 – 1981 )

9. Rekanita Titin Asiyah ( Jakarta. 1981 – 1988 )

10. Rekanita Ulfah Masfufah ( Jatim 1988 – 1991 ; 1991 – 1996 )

11. Rekanita Safira Mahrusah (Yogyakarta. 1996 – 2000 )

12. Ratu Dian Hatifah ( Banten. 2000 – 2003 )

13. Siti Soraya Devi ( Cirebon. 2003 – 2006 )

14. Wafa Patria Ummah ( Jatim. 2006 – 2009 )

 

HUBUNGAN IPNU – IPPNU DAN ORMAS LAIN

Kaitan IPNU – IPPNU dan NU, bahwa IPNU & IPPNU secara organisatoris merupakan badan otonom NU yang resmi tercantum pada Anggaran Rumah Tangga NU pasal 27 poin 6 bagian f, hasil mukatamar NU lirboyo jawa timur yang mana bahwa IPNU & IPPNU mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan badan otonom yang lain.

Hubungan IPNU dengan IPPNU, bahwa IPNU merupakan mitra kerja IPPNU, sedangkan hubungan IPNU & IPPNU dengan ormas lain , bahwa IPNU & IPPNU mempunyai kedudukan yang sejajar dengan ormas yang lain yang tergabung dalam satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda (KNPI).

Kategori
Coranmor

Versi Gorengan

Suatu ketika……

Dedi : den tau gx..?
deni : tau apa
Dedi : kemarin aku beli gorengan dua ribu empat di bang amin kok rasanya gx enak ya..?
deni : ya  iya lah, sekarangkan tahun dua ribu limabelas, masa belinya gorengan dua ribu empat, seharusnya kamu beli gorengan versi dua ribu lima belasnya, bang amin, itu baru enak
Dedi : oh.., gitu ya. makasih atas saranya.
Deni : kamunya yang kurang uptudet

Kategori
Coranmor

Dikasih frescare sama abah yasin

pelajaran jam terakhir disekolah memang begitu melelahkan , apa lagi bila masuk siang, begitu pula denagan saya. saat jam pelajaran abah yasin yaitu jam ke 6 sampai ke 7, pas itu sedang membahas Nahwu Imrity, ya memang pelajaran wajib bagi santri. Tapi yang namanya santri kadang suka kadang juga gax suka bisa tergauntung pada “mut”meraka,

ketika sudah ngapsai dan diterjamahkan, setelah diterjamah tingal dijelaskan. lah saat itulah mata mulai terasa berat, ya bisa dikatakan nagntuk, lama kelamaan kepala mulaiku taruh meja untuk mengelabui musuh, ternyata penyamaranku tertankap basah oleh Abah Yasin pengampu pelajaran, namun teman sekelasku bersekongkol denagan tidak membangunkan ku, eh.. akhiknya 2 olesan  frescare mendarat disamping mata, ku pun hanya bisa tersipu malu

 

 

beberapa hari yang lalu

Kategori
Tak Berkategori

Halo dunia!

Selamat datang di Blog Malhikdua. Ini adalah posting pertama anda. Ubah atau Hapus, kemudian lakukan ngeBlog sekarang juga!